Hariraya idul fitri. Naskah pidato tentang hari raya idul fitri - Setiap muslim pasti akan berbondong-bondong dan merayakan dengan suka cita tatkala Hari Raya Idul Fitri tibaBerbagai huforia perayaan Idul Fitri memang membuat banyak muslim berkesan mulai dari puasa yang telah dijalankan selama 1 bulan penuh mempersiapkan berbagai hidangan Pemerintahmelalui Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016. Keputusan tersebut ditetapkan pada Sidang Itsbat Penetapan 1 Syawwal pidatoidul fitri Selasa, 06 Maret 2012. السلام عليكم ورحمة الله و بركاته Terlebihlagi saat ini kita masih di berikan-Nya kesempatan untuk bertemu dengan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah. Mudah-mudahan semua ini mampu menjadi motivasi kita untuk meningkatkan dan memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Setiap tahun pada bulan Dzulhijjah setiap muslim lekat dengan kata-kata ibadah haji dan kurban. Sadejenahkompak araya agi settung ka bungaan enggi kak dintoh Hari Raya Idul Fitri taon 1440 H sekateppaan sareng taon 2019. Taqabbalallaahu minna wa minkum Allahumma taqabbal ya kariem, Minal aaidzin wal faaiziin wal makbuliin, kullu aamin wa antum bikhair. Mohon maaf lahir dan batin. gpfL. Baca Pidato ~ Berikut dibawah ini adalah Naskah Pidato Sambutan dalam Acara Menyambut Hari Raya Idul Fitri. Contoh Pidato Sambutan Hari Raya Idul Fitri ini bersumber dari Contoh-Contoh Pidato Dalam Berbagai Acara yang disusun oleh Drs. Maftuh Ahnan. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bapak-bapak, ibu-ibu, serta saudara-saudara kaum muslimin yang kami hormati ! Terlebih dahulu marilah kita panjatkan rasa syukur kita kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, dimana pada detik dan saat ini kita semua masih di karuniai oleh Allah dengan berbagai macam kenikmatan, baik kenikmatan itu berupa materiel maupun spirituil, sehingga dengan adanya kenikmatan itu kita mampu hidup di dunia dengan penuh fasilitas yang beraneka ragam ini, kita mampu mernpergunakan fasilitas-fasilitas itu dengan baik dan sempurna. 'Kaum muslimin yang kami hormati ! Berbahagialah kita sekalian bahwa besok pagi kita umat Islam di seluruh dunia akan merayakan dan menyambut datangnya hari raya idul fitri suatu hari kemenangan bagi umat Islam yang sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Selama satu bulan penuh kita mengalami ujian lahir maupun batin. Kini telah tiba saatnya untuk memasuki hari ketulusan dan kemenangan, yakni jiwa kita bersih suci seperti kita pada waktu kecil yang suci bersih dari dosa dan kesalahan. Memang sudah menjadi kebiasaan bahwa hari raya idul fitri itu di rayakan dengan penuh meriah dan biasanya ditandai dengan bersilaturrahmi antara sesama anak Adam yang penuh dengan dosa dan kesalahan, Oleh karena itu marilah kita bersyukur kepada Allah bahwa klta diuji atau ditatar selama satu bulan penuh, kita mendapat hikmah yang terkandung di dalamnya. Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia! Memang bulan puasa adalah bulan yang penuh dengan ampunan, berkah dan dibukanya pintu syurga. Barangsiapa yang berdo'a disaat itu pasti ia akan dikabulkan, dan barangsiapa yang minta ampunan tentu ia akan diampuni dosanya oleh Allah. Maka beruntunglah bagi kita umat Islam, yang memperbanyak amalan-amalan dibulan Romadhon dengan rnemperbanyak tadarrus, tarwih, mudah-mudahan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah balk yang akan datang maupun yang sudah silam. Dan mudah-mudahan amal ibadah puasa kita yang didasari dengan landasan lman dan taqwa itu diterima oleh Allah. Sebab Nabi Muhammad saw pernah bersabda dalam sebuah hadistnya yang artinya demikian Banyak sekali orang yang puasa ltu hanya mendapat lapar dan dahaga saja, karena klta tidak dapat menjauhi dari pada larangan yang menghilangkan pahala puasa, misalnya mengumpat dan banyak omong kotor atau omongan yang tidak berguna. Saudara-saudara kaum muslimin yang berbahagia ! Setelah kita mendapat pelajaran-pelalaran dalam bulan Romadhon klta sama-sama dapat merasakan, bagaimana risaunya kalau kita lapar, bagaimana risaunya kalau kita haus, dengan hikmah itu timbullah dalam hati kita kasih sayang terhadap orang fakir miskin, untuk itu kita diwajibkan oleh agarna Islam mengeluarkan zakat fitrah yang diberikan kepada kaum fakir miskin dan semua yang berhak menerimanya agar turut bergembira bersama-sama kita. Kita harus memikirkan nasib para fuquro' wal masakin yang kehilangan induknya, kehilangan penanggung kehidupannya, siapa lagi kalau bukan klta-kita ini yang mampu yang telah dikaruniai oleh Allah harta yang melimpah ruah. Menjelang hari raya kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya, menyiapkan pakaian, makanan untuk pribadi sendiri, tapi sementara nasib para fakir miskin terlenta­lunta, kitalah yang akan menanggung dosanya. Seperti apa yang telah difirmankan Tuhan dalam kitab suci-Nya yang artinya Apakah engkau tahu orang yang mendustakan agama ialah orang-orang yan tidak memikirkan nasib anak yatim dan tidak memberi makan kepada fakir miskin. Nah, dengan menyambut hari raya idul fitri ini marilah kita kembali kepada fitrah yang sebenarnya, benar-benar sudah bersih, tidak membawa dosa sama sekali, seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Dan, marilah kita sambut hari raya fitri ini dengan saling anjang sana kesanak keluarga, famili yang terdekat untuk saling maaf memaafkan, balk kesalahan dan kekhilafan itu disengaja atau tidak dlsengaja, kita maafkan segala kesalahan ltu lahir maupun batin. Kita kehilangan rasa hati yang mendongkol dihati sanubari masing­masing, sehingga terjadilah rasa persaudaraan yang harmonis, mempererat ukhuwwah Islamiyah yang kekal dan abadi. Demikiarilah separah dua kata yang dapat kami sampaikan dalam kesempatan, mudah mudahan ada manfaat dan gunanya. Ihdinash shiroothol mustaqiim, wabillahit taufiq wal hidayah wassalamu'alaikum wr. wb. Sumber Contoh-Contoh Pidato Dalam Berbagai Acara oleh Drs. Maftuh Ahnan Labels Pidato Sambutan Thanks for reading Pidato Dalam Menyambut Hari Raya Idul Fitri. Please share...! Hari Raya Idul Fitri adalah momen spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh, umat Muslim merayakan kemenangan spiritual dengan penuh sukacita. Namun, di balik kegembiraan tersebut, terdapat sejarah, makna, dan tradisi yang perlu dipahami oleh seluruh umat Muslim. Dalam pidato ini, kita akan membahas hal-hal tersebut secara lengkap. Sejarah Hari Raya Idul Fitri bermula dari hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini menjadi titik awal perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. Pada saat itu, umat Muslim di Madinah masih sedikit dan belum terorganisir dengan baik. Nabi Muhammad SAW kemudian membangun kembali tatanan sosial, ekonomi, dan politik di Madinah berdasarkan ajaran Islam. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mempersatukan umat Muslim melalui ibadah puasa dan perayaan Idul Fitri. Dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 185, disebutkan “Bulan Ramadhan ialah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang hak dan yang bathil. Maka barangsiapa di antara kamu hadir di negara tempat tinggalnya di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” Dalam ayat tersebut, Allah SWT menetapkan bahwa ibadah puasa wajib dilakukan pada bulan Ramadhan. Puasa dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian kepada Allah SWT, serta untuk meningkatkan kesadaran diri dan kemandirian spiritual. Setelah sebulan berpuasa, umat Muslim merayakan Idul Fitri sebagai momen kemenangan spiritual dan pengampunan dosa. Perayaan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat hubungan sosial antar sesama muslim dalam bentuk bermaaf-maafan dan saling memaafkan. Makna Hari Raya Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri memiliki makna yang mendalam bagi umat Muslim. Selain sebagai momen kemenangan spiritual, Idul Fitri juga menjadi ajang introspeksi dan refleksi diri. Melalui ibadah puasa, umat Muslim belajar untuk mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. Selain itu, Idul Fitri juga menjadi ajang untuk memperbaiki hubungan sosial dengan sesama muslim. Dalam Islam, persaudaraan dan kebersamaan antar sesama muslim sangat ditekankan. Oleh karena itu, Idul Fitri menjadi momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan persatuan dan kesatuan umat muslim. Tradisi Hari Raya Idul Fitri Hari Raya Idul Fitri di Indonesia selalu diidentikkan dengan tradisi mudik. Tradisi mudik merupakan kegiatan pulang kampung atau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga besar. Hal ini dilakukan sebagai bentuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Selain mudik, tradisi lain yang dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri adalah saling bermaaf-maafan dan memberikan salam lebaran. Saling bermaaf-maafan dilakukan sebagai bentuk permintaan maaf atas kesalahan yang telah dilakukan kepada sesama muslim. Sedangkan salam lebaran dilakukan sebagai tanda penghormatan dan salam persaudaraan antar sesama muslim. Di beberapa daerah di Indonesia, juga terdapat tradisi unik pada Hari Raya Idul Fitri. Misalnya, di daerah Jawa Tengah, terdapat tradisi Grebeg Sudiro. Grebeg Sudiro merupakan perayaan yang dilakukan dengan mengarak berbagai jenis kue dan makanan dari pasar tradisional menuju ke Masjid Agung Surakarta. Kue-kue dan makanan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat setelah acara selesai. Begitu pula di Aceh, terdapat tradisi Meugang. Meugang merupakan tradisi berkurban yang dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Kurban yang diberikan biasanya berupa sapi atau kerbau yang kemudian dimasak dan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu. Kesimpulan Hari Raya Idul Fitri merupakan momen spesial bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di balik kegembiraan dan keramaian, terdapat sejarah, makna, dan tradisi yang perlu dipahami oleh seluruh umat Muslim. Melalui ibadah puasa dan perayaan Idul Fitri, umat Muslim belajar untuk mengendalikan diri, memperbaiki hubungan sosial, dan mempererat tali silaturahmi. Mari kita sambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan semangat untuk lebih baik di masa yang akan datang. Related video of Pidato Tentang Hari Raya Idul Fitri Sejarah, Makna, dan Tradisi

pidato hari raya idul fitri