Pengantinpria bernama Solehudin tiba-tiba diminta push up oleh seorang anggota polisi saat naik ke atas pelaminan. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh sang mempelai wanita, Dian Masitha yang sebelumnya duduk berdua di atas kursi pelaminan. Padahal pesta pernikahan keduanya sudah lama direncanakan. Melansir mStar, seorang pria bernama Muhammad Azim Azimi mengungkap kisahnya yang tak bisa pulang untuk mendampingi istri duduk di pelaminan. Azim dan istrinya, Amirah Ahmad, sudah menikah sejak tanggal 25 Juni 2020. Namun, resepsi pernikahan baru bisa digelar bulan November. Mstar Malaysia -. Pengantin pria ini tak menduga ia akan berada sendirian di atas pelaminan saat hari-H pernikahannya. Momen pengantin pria sendirian di pelaminan ini pun viral dan sempat dikira istrinya kabur. Namun ternyata COVID-19 menjadi penyebab pengantin pria ini sendirian di pelaminan. Pengantin wanitanya yang bernama Fazliana Sjafni Pengantinpria berdiri di pelaminan, sementara dua pengantin wanita berada di kanan dan kirinya. Pengaturan gaya ini bisa kamu latih sebelumnya agar pada saat di lokasi prewedding kamu akan lebih luwes atau santai. Pada video tersebut, tampak jika pengantin mendirikan tenda di tengah sawah yang sedang tidak ditanami. Tentunyatidak lupa seorang wanita pun adalah seorang pendukung yang luar biasa. Apa daya seorang pria tanpa kehadiran seorang wanita. Oke lanjut ke point 2. 2. Posisi Mempelai Wanita berada disebelah kiri yakni disamping ibu mempelai pria dan posisi mempelai pria berada disebelah kanan disamping ibu mempelai wanita. oyPGE. Bagi sepasang pengantin, pelaminan adalah tempat untuk mengukir kenangan indah dalam perjalanan cinta mereka. Untuk itu, pengantin gak bakal menyia-nyiakan kesempatan ini dan melakukan pose mesra beda yang terlihat dari beberapa pasang pengantin di foto-foto ini. Kelihatannya kok malah jadi kocak ya. Simak deretan foto lucunya Jadi penasaran, apakah pernikahan ini di-endorse produk helm ya? Yang menikah siapa, tapi kok kucing ini sudah curi start malam pertama duluan Bawa anaknya harus sampai ditenteng begitu nih? Sudah seperti kantung kresek saja Kalau pengantinnya hasil cinlok satu perguruan silat mah posenya beda Daritadi memandangi foto pernikahan ini. Tapi belum menemukan juga maksud dari konsep Ada juga pengantin yang saking santuy, sampai sempat rebahan di kursi ridahariani8. Gak ada masalah dengan posenya. Tapi tema pernikahan serba pink dan Hello Kitty ini unik Ini baru yang namanya beneran anak motor. Kendaraannya yang malah diajak naik ke pelaminan ketimbang orang tua Lho, ini tuh mau difoto. Kok mempelai prianya malah bersembunyi dia deretan potret pengantin di pelaminan yang kocak abis. Kenangan yang didapat bukan cuma romantis tapi kocak juga. Baca Juga 10 Potret Kocak Tamu Nikahan Bareng Pengantin, Posenya Gak Terduga! SURABAYA, - Bhabinkamtibmas asal Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan Aipda Harid Kurniawan menyuruh Solihudin, seorang mempelai pria yang sedang duduk di pelaminan untuk push up. Harid mengatakan, hukuman itu diberikan karena Solihudin tidak mengenaka masker saat resepsi pernikahan. "Saya hanya ingin memberi contoh kepada semua tamu undangan agar juga memakai masker," ujar Harid saat dihubungi, Jumat 28/8/2020.Baca juga Ini Cerita di Balik Video Viral Polisi Hukum Pengantin Pria Push Up di Atas Pelaminan Harid mengatakan, selain kedua mempelai, dia juga melihat sejumlah tamu tidak menggunakan masker. Padahal penggunaan masker sangat diperlukan untuk mencegah juga Ini Identitas Mantan Prajurit TNI Pembunuh Staf KPU Yahukimo Usai memberi hukuman kepada mempelai pria, Harid kemudian membagikan puluhan masker kepada para tamu. Dia juga meminta para tamu undangan untuk menjaga jarak dan tidak bergerombol. Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan anggota polisi menghukum push up seorang pengantin pria karena tidak menggunakan masker. Dalam video berdurasi 25 detik itu, mempelai pria dihukum push up beberapa kali disambut tepuk tangan dan sorakan dari para tamu undangan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bukan Sekedar Iring-iringan! Ini Tujuan dan Makna Sinduran Dalam Pernikahan Adat Jawa By Debrina Agnes 02 Jun 2022 Viewers 4051 Bagi pasangan yang hendak menikah dengan adat Jawa, banyak hal yang harus dipahami selama menjalani tiap prosesinya termasuk memahami makna sinduran. Pasalnya, sinduran sendiri merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari adat Jawa, yang tak kalah penting dari prosesi lainnya dalam upacara panggih. Seperti yang kita tahu, pernikahan adat Jawa begitu sarat akan arti. Begitupun dengan upacara yang satu ini. Sehingga, bukankah lebih baik bila kamu memperdalam pengetahuan dan mengetahui maksud dan tujuannya, agar bisa menjalankannya dengan baik. Termasuk memahami tujuan dan makna sinduran itu Sinduran Adat Jawa? Jawabannya, ya! Sinduran adalah adat Jawa dan sinduran merupakan salah satu hal yang tak terpisahkan dari upacara panggih. Hanya saja, sinduran bukanlah hal yang familiar untuk semua macam suku Jawa. Sinduran ini lazimnya hanya dilakukan oleh keluarga-keluarga mempelai yang berasal dari Solo atau Surakarta. Akan tetapi, bisa dibilang bahwa keluarga-keluarga Jawa lainnya di sekitar Jawa Tengah juga memiliki kemungkinan akan melakukan sinduran. Hanya saja, bila keluarga kamu berasal dari daerah lainnya seperti Jogja, Jawa Timur, atau daerah Pekalongan, biasanya mereka tidak mengenal sinduran, karena sebuah prosesi lainnya dengan makna yang sama akan dilakukan. Jika istilah sinduran dikenal luas di Solo dan Surakarta, maka beda halnya dengan Yogyakarta, dimana istilah kanten asto atau pondhongan lebih umum digunakan. Dalam pelaksanaanya pun terdapat sedikit perbedaan. Berikut perbedaannyaSinduran Solo dan Surakarta dalam ritual sinduran, kedua pengantin akan berjalan berdampingan menuju pelaminan dengan posisi mempelai wanita berada di sebelah kiri dan mempelai pria di sebelah kanan. Sementara itu sang ayah pengantin wanita membimbingnya dari depan. Kedua mempelai berjalan seraya saling mengaitkan jari kelingking dan memegang keris pusaka yang diselipkan di belakang sang ayah secara bersama-sama. Sementara itu, sang ibu mempelai wanita merangkul dan menyelimuti mempelai pengantin dengan kain sindur tepat di belakang keduanya. Kain inilah yang menjadi ciri khas dalam ritual di Solo atau Surakarta yang juga menjadi asal nama tradisi ini. Kain sindur merupakan sejenis kain rimong’ yang mempunyai ciri berwarna merah dengan tepi berwarna putih. Di barisan belakang, keluarga dari mempelai wanita ikut pula menjadi asto Yogyakarta sedikit berbeda dengan adat Solo, ritual di Yogyakarta tidak memakai kain sindur. Formasi iring-iringan kanten asto sama seperti dalam upacara sinduran Solo. Jadi, sang ibu mempelai wanita ikut berjalan saja di belakang kedua mempelai dengan diikuti kerabat dari mempelai wanita yang sudah menikah yang disebut juga pengombyong pengiring.Pondhongan Bangsawan Yogyakarta istilah ini dipakai pada upacara yang dilaksanakan khusus pada pernikahan putri sultan. Sama dengan kanten asto, ritual pondhongan dilakukan setelah upacara wijikan, tetapi pelaksanaanya sedikit berbeda. Apabila pada kanten asto dan sinduran iring-iringan menuju pelaminan dilakukan dengan berjalan, beda halnya dengan upacara pondhongan, dimana putri sultan akan dipondong digendong oleh mempelai pria dan salah satu pangeran paman dari mempelai putri. Selain sebagai bentuk tanggung jawab suami kepada istri, hal tersebut menandakan bahwa mempelai pria menghargai mempelai wanita sebagai putri sih, Tujuan Sinduran Itu?Selain untuk mempertahankan tradisi, ada macam-macam tujuan sinduran yang dikenal orang-orang. Pertama, untuk keluarga Jawa yang berasal dari Solo, upacara sinduran adalah jembatan setelah indak endhog dan bobot timbang, yang keduanya dilaksanakan sebelum dan setelah sinduran. Sementara itu, bila menanyakan mengenai makna sinduran, tentu saja upacara ini dilakukan sebagai sebuah prosesi serah terima secara simbolis, dari orangtua mempelai wanita, ke mempelai pria. Dengan dilakukannya sinduran, secara simbolis orangtua pengantin wanita sudah merelakan anaknya untuk pergi dari rumah dan menjadi bagian dari keluarga prosesinya bisa cepat atau lama tergantung venue tempat kamu melaksanakannya, bisa dibilang bahwa sinduran merupakan sebuah prosesi yang sangat berarti, terutama bagi orangtua mempelai wanita. Saat kedua orangtua mengapit si pasangan pengantin baru, kamu dan pasangan sejatinya sedang dalam fase sebuah perjalanan sebagai sebuah keluarga baru yang butuh bimbingan dari ayah dan juga dorongan dari Filosofi Sinduran yang Harus Kita Tanamkan Selama Acara?Barangkali kamu belum merasa sangat terikat dengan upacara ini karena merasa asing dengannya. Bisa jadi, kamu tidak familiar dengan budaya Jawa, sehingga belum tahu seberapa pentingnya upacara sinduran. Padahal, banyak filosofi sinduran yang bisa kamu petik sebagai usaha kamu untuk meraih kehidupan pernikahan yang lancar dan minim halangan. Semua unsur dalam upacara sinduran memiliki filosofinya sendiri, yang menarik untuk dari posisi kamu dan pasangan saat melaksanakan prosesi ini. Dalam prosesi sinduran, kamu akan berjalan ke pelaminan atau krobongan, dalam versi yang lebih tradisional dengan diapit oleh orangtuamu. Ayah dari mempelai wanita akan berjalan di depan, sementara ibu dari mempelai wanita akan berjalan di belakang pasangan pengantin baru. Keberadaan ayah di depan melambangkan bahwa dia akan membimbing pasangan baru ini dalam kehidupan mereka selanjutnya, di mana kehidupan baru ini disimbolkan dengan perpindahan pasangan dari titik semula ke pelaminan. Sementara itu, ibu pengantin wanita yang berjalan di belakang memiliki arti bahwa tak peduli masalah apa saja yang akan dihadapi pasangan pengantin baru ini, mereka akan selalu mendapatkan dukungan dari ibu. Tidak hanya itu, kain sindur yang memiliki warna merah dengan aksen putih di sekelilingnya, juga melambangkan kehidupan. Merah adalah warna untuk si pengantin wanita, sementara putih melambangkan pengantin pria. Dari sana, kita bisa memetik makna sinduran bahwa seorang pria akan melindungi istrinya dan filosofi sinduran inilah yang selalu mengungkung kamu dalam perjalananmu menuju dengan Filosofi Bobot Timbang yang Terjadi Setelahnya?Biasanya, sinduran ini dilaksanakan sebagai sebuah rangkaian dari acara pernikahan adat Jawa yang cukup panjang. Namun, sinduran berhubungan dengan upacara indak endhog yang dilaksanakan sebelumnya, kemudian bobot timbang yang dilaksanakan setelah kedua mempelai sampai ke pelaminan dengan kedua orangtuanya. Setelah sinduran, tidakkah kamu penasaran dengan bobot timbang? Apakah makna sinduran dan bobot timbang sama?Tentu saja, tidak! Bobot timbang bisa dikatakan unik dan sedikit membuat malu, karena di acara itu, kedua mempelai akan dipangku oleh ayah pengantin wanita, kemudian ibu pengantin wanita akan bertanya pada beliau dalam Bahasa Jawa, manakah yang lebih berat di antara kedua pengantin ini? Yah, tentunya, ini adalah sebuah pertanyaan retoris karena kita sendiri tahu bahwa hampir mustahil menemukan sepasang pengantin yang bobotnya sama. Namun, ayah dari mempelai wanita akan mengangguk dan menjawab dengan sebuah jawaban standar, bahwa bobot keduanya sama. Hal ini bukan lagi melambangkan bimbingan seorang ayah kepada kedua anaknya, tapi lebih menunjukkan bahwa kasih sayang yang kelak akan dia berikan pada keduanya setara. Setelah menjadi sebuah keluarga baru saat mereka sampai ke pelaminan, ayah mempelai wanita akan menganggap bahwa baik mempelai pria atau wanita adalah kedua anaknya, sehingga dia tidak akan hal ini, terlihat jelas bahwasanya saat sinduran, status kedua orangtua mempelai wanita masih mertua bagi mempelai pria, sementara saat bobot timbang, kedua orangtua sudah menerima si menantu lelaki ke keluarga mereka. Selain itu, saat makna sinduran adalah dukungan bagi keluarga baru tersebut untuk menjalani rumah tangga, bobot timbang memiliki makna bahwa kasih sayang yang didapatkan keduanya tetaplah akhirnya, makna sinduran begitu luas, walau prosesinya hanya dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam dan merupakan satu bagian dari rangkaian prosesi pernikahan adat Jawa yang panjang. Namun, bagi seseorang yang kurang familiar dengan budaya Jawa, tentunya hal ini bisa cukup menantang dan mengkhawatirkan. Hanya saja, semua kekhawatiran ini bisa kamu enyahkan, kalau kamu tahu cara untuk menyiasati semua ketakutanmu!Tentunya, bila kamu merasa tidak siap untuk menghadapi semua kerumitan khas pernikahan adat Jawa, kamu bisa mencari vendor yang bisa membantumu untuk menyiapkan segala keperluan dalam pernikahan adat Jawa. Mulai dari event organizer, fotografer, videografer, bahkan sampai pembawa acara, semua ada di WeddingMarket. Bahkan, walau kamu tidak tinggal di kota besar, kami selalu punya vendor yang berada dekat denganmu. Kamu akan lebih merasa terbantu, bukan, jika memiliki seorang profesional di dekatmu yang mudah untuk dikontak, demi mempersiapkan pernikahanmu? Karena itu, jangan takut dan laksanakan pernikahan terbaikmu!Fotografi Arams Pictures via instagram/ikafreeztya 9 Tips Gaya Foto Pengantin di Pelaminan, Romantis dan Anti Kaku By Dyar Ayu 21 Mar 2023 Viewers 1207 Gaya foto pengantin buat sebagian orang itu susahnya minta ampun, loh. Apalagi untuk orang-orang yang tidak terbiasa di depan kamera dan pemalu, hasil fotonya bisa kaku alih-alih romantis. Maka dari itu, jauh-jauh hari sebelum pernikahan berlangsung tak ada salahnya buat belajar berbagai pose foto romantis dengan pasangan sehingga saat di depan pelaminan nanti hasilnya pun memuaskan. Foto romantis dengan pasangan tak harus selalu diisi dengan melihat arah kamera atau berciuman, kok. Ada berbagai gerak tubuh lain yang bisa dijadikan gaya, yang tentu tetap sweet dan alami sehingga kamu dan pasangan lebih menikmati bergaya di depan kamera. Seperti tips gaya foto pengantin romantis dari tim WeddingMarket berikut ini, anggun untuk diikuti pengantin perempuan sekalian bisa memancarkan aura yang maskulin untuk pengantin lelaki. Dijamin, berikan hasil foto yang berkualitas!1. Pose intim tanpa menoleh ke kameraFotografi Kairos WorksAda satu pose intim yang bisa digunakan secara universal di mana sangat cocok untuk pasangan yang malu-malu bergaya romantis. Yaitu dengan pasangan saling berhadapan dan merangkul satu sama lain, tapi pandangan mata jangan menghadap ke kamera. Nah, pandangan mata sebaiknya lurus ke depan, lalu bibir pengantin pria sedikit menempel di dahi pengantin perempuan. Selain saling bertaut, tangan pengantin perempuan bisa diletakkan di dada pengantin lelaki, dan pengantin lelaki memeluk pinggang dengan lembut. Untuk pose ini, sebaiknya diambil secara horizontal tapi tak terlalu dekat sehingga pelaminan yang megah itu bisa terlihat dalam foto. 2. Pose berdekatan dan saling tatapFotografi Moire PhotoPerasaan cinta tak harus dikatakan, tapi bisa dilihat dari pandangan mata. Dan inilah saatnya kamu dan pasangan mengungkapkan cinta lewat tatap, lalu diabadikan lewat lensa kamera. Berdekatan, merangkul pelan, dan mata bertemu mata bisa menjadi pose romantis di pelaminan yang cocok untuk dicoba. Untuk gaya foto romantis pengantin saling berhadapan, berbagai angle bisa dicoba baik yang berjauhan sampai sangat dekat. Variasi fotonya juga banyak, misalnya selain saling bertatapan langsung, pengantin juga bisa memejam tapi tetap berhadapan, pengantin lelaki memegang dagu pasangannya, dan lain-lain. 3. Pose memeluk dari belakangFotografi Venema PicturesPose memeluk dari belakang bisa dibilang sebagai foto gaya pengantin wajib ada untuk setiap momen pernikahan. Pasalnya, selain mudah buat dilakukan juga menampilkan keromantisan yang elegan dan hangat. Caranya yaitu pengantin berdua berdiri dengan posisi pengantin lelaki berada di belakang pengantin perempuan. Kemudian, tangan pengantin lelaki memeluk dari belakang pinggang pasangannya atau bisa juga kedua tangannya sekadar menempel di pinggang. Dari pose awal ini, pengantin bisa berkreasi mau sama-sama menghadap kamera atau menghadap satu sama lain sambil memberi kecupan tipis sehingga menghasilkan potret yang emosional. 4. Pose memegang bahu dari belakangFotografi Manakala ProjectTak mau foto terlewat mesra? Bisa, dong! Yaitu dengan cara biarkan salah satu pengantin duduk di kursi pelaminan dan pengantin lain berdiri di belakangnya. Pengantin yang duduk tak harus perempuan karena pose ini cukup fleksibel untuk dicoba. Kemudian, pengantin yang berdiri bisa melingkarkan tangannya di leher pasangan yang tengah duduk, lalu keduanya saling tersenyum dan berhadapan. Jika terlalu sulit untuk memeluk, cukup letakkan kedua tangan di bahu pasangan, pasang wajah datar, lalu pandang ke arah kamera. Pose ini memberi kesan dramatis, tapi sekaligus penuh kasih. 5. Pose berpegangan dari belakang yang casualFotografi Venema PicturesApabila pose memegang bahu sebelumnya kamu nilai terlalu formal, kamu bisa bergaya pose dari belakang tapi yang lebih kasual. Tak perlu ada yang duduk, tapi satu tangan pengantin perempuan dan pengantin laki-laki saling bertautan dengan posisi salah satunya condong ke arah pasangan. Pasang wajah sumringah dan saling tatap untuk memancarkan aura cinta yang lebih terasa. Untuk hasil foto yang lebih alami, minta fotografer acara pernikahan untuk mengambil foto secara candid saat kamu dan pasangan yang sama-sama sedang berbincang, tertawa, atau sekadar saling lempar senyuman. 6. Pose berpelukan anti-mainstreamFotografi Calia PhotoPunya pasangan yang humoris sebenarnya akan menambah kemudahan untuk foto gaya pengantin perempuan. Sebab, tanpa harus dibuat-buat sudah bisa tersenyum dan tertawa lebih lepas dan natural karena melihat tingkah pasangan yang lucu. Nah, momen ini bisa juga menjadi pose andalan saat berfoto, kok. Misalnya dengan berpelukan gaya yang tidak biasa. Seperti sambil tertawa dan menunjukkan buku nikah, berpelukan dengan badan condong ke depan arah kamera, atau ketika berpelukan tapi salah satu tangan pasangan mencubit pipi dengan gemas. Tak harus di pelaminan kok, pose ini bisa digunakan saat sesi foto outdoor di taman atau di tangga gedung venue pernikahan. 7. Memanfaatkan properti yang adaFoto via Storia OrganizerPasangan-pasangan yang suka bergaya nyentrik di kehidupan sehari-hari, bukan berarti harus mendadak formal untuk foto di pelaminan, loh. Just be your self dengan pasangan dan cari gaya unik kalian gunakan kacamata hitam sebagai tambahan aksesoris di kepala atau langsung kenakan untuk menutup mata. Tak ada kacamata? Bisa pakai buku nikah yang dipamerkan dengan bangga ke arah kamera. Jika masih kurang unik, pengantin baik perempuan atau laki-laki bisa melepas sepatu kemudian dengan satu tangan membawa sepatunya dan tangan lain untuk bergandengan. Lalu ajak pasangan untuk pura-pura berjalan dan tertawa sehingga menghasilkan foto yang menawan. 8. Pose berciumanFoto via Dettaglio Wedding OrganizerSudah sah secara agama dan negara, tak masalah loh kalau mau berpose sedikit berani’. Misalnya dengan pengantin saling berdiri, berhadapan, kedua tangan saling genggam dan—berciuman bibir! Ya, foto gaya pengantin ini akan dengan mudah menampilkan aura cinta dan kebahagiaan pasangan, pun termasuk pose yang timeless. Lalu, bagaimana jika terlalu malu untuk dilakukan? Tenang, kamu bisa melakukan pose ini di luar venue sehingga tak banyak dilihat orang. Kemudian, kamu juga bisa mengarahkan tangan ke kamera, tapi tetap berpose ciuman. Tetap romantis tanpa hasilkan foto yang kikuk!9. Pose kecup keningFotografi Calia PhotoKecupan di kening memiliki banyak artis, seperti kebanggaan terhadap pasangan, menunjukkan adanya ikatan emosional yang erat, dan ketulusan. Nah, kenapa tak coba juga foto pengantin romantis dengan gaya kecup dahi? Pengantin yang sudah bahagia dengan akhirnya menikah, kian sempurna hari itu dengan ciuman yang menenangkan di ciuman di kening lebih mudah diterima oleh tamu, khususnya para orang tua daripada ciuman di bibir yang memberi kesan lebih berani. Eits, jangan lupa untuk minta pengantin lelaki melingkarkan pelukan lembut di pinggang pengantin perempuan, ya. Supaya makin romantis!Bagaimana, tak sulit kan untuk menciptakan gaya foto pengantin yang anti kaku, tapi juga elegan buat ditiru? Namun sejatinya, hal mendasar untuk mendapatkan foto pernikahan yang aesthetic adalah membangun komunikasi dengan pasangan, saling terbuka dengan apa yang diinginkan, juga memilih fotografer pernikahan yang profesional. Sebab, dengan fotografer profesional kamu bisa mendapatkan arahan gaya yang sesuai dengan kepribadian masing-masing. Yuk, langsung cek daftar vendor fotografer WeddingMarket untuk melihat rekomendasi yang terbaik. Kamu dan pasangan, dijamin tak akan kecewa dengan hasilnya. - Acara pernikahan merupakan salah satu momen yang paling spesial bagi setiap pasangan pengantin baru dan pihak keluarga. Belum lama ini, sebuah unggahan foto pernikahan dengan mempelai pria hanya mengenakan celana pendek, viral di media sosial. Foto tersebut menggambarkan sosok pria yang hanya mengenakan celana pendek dengan penuh luka. Pria itu duduk bersanding di pelaminan dengan istri tercinta. Dalam foto nampak bahu kiri mempelai pria dibalut perban. Bahkan tangannya yang harus dibalut menggunakan kain berwarna biru tua. Selain itu, tampak pula keadaan pengantin pria terluka dan terdapat perban di beberapa bagian tubuhnya. Meskipun dalam kondisi terluka, mempelai pria tetap nekat bersanding di pelaminan tanpa menggunakan pakaian pengantin. Mempelai wanita diketahui bernama Elinda Dwi Kristian. Sementara pengantin pria bernama Suprapto. Acara pernikahannya dengan sang suami, Suprapto, dilaksanakan pada 2 April 2021 lalu. Pernikahan digelar di kediaman mempelai perempuan, di daerah Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Baca juga VIDEO Jokowi dan Prabowo Jadi Saksi Nikah Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Baca juga Sejumlah Negara Kuat Gelar Latihan Militer di Samudera Hindia, Dipimpin Prancis, China Kepanasan

posisi pengantin pria di pelaminan